Penyebab Turunnya Performa Alvaro Morata

Penyebab Turunnya Performa Alvaro Morata
Midorinokaigi.org – Alvaro Morata striker Chelsea pada Premier League tengah mengalami penurunan performa dikarenakan sang striker hanya mencetak satu gol dari lima pertandingan terakhir. Berbanding terbalik dengan penampilan Morata pada enam laga awal Premier League, dimana Morata berhasil mencetak enam gol.

Pada laga pekan ke-22 Premier League di Emirates Stadium, Rabu (3/1/2018) Morata dianggap banyak membuang peluang emas ketika Chelsea bermain imbang dengan Arsenal.

Menurut catatan situs Whoscored, Morata melepaskan tiga tendangan pada laga tersebut. Namun, hanya satu yang menemui sasaran, itu pun melalui tendangan penalti. Catatan tersebut memperlihatkan kelemahan Morata dalam melakukan penyelesaian akhir dengan hanya berhasil mencetak 10 gol pada ajang Premier League.

Alvaro Morata memiliki kesulitan mencetak gol lewat kedua kakinya di Premier League. Dari 10 gol, hanya empat yang dihasilkan melalui tendangan, tiga kaki kanan dan satu kaki kiri berdasarkan catatan dari Opta.

Meski Morata memiliki kaki dominan kanan, mengubah mencetak gol lewat kaki itu merupakan yang paling rendah. Dari 31 kali melepaskan tendangan kaki kanan, hanya tiga yang bersarang ke gawang lawan. Berarti, Morata hanya sukses mengubah 9,7% peluang lewat kaki kanannya.

Kaki kiri Morata sebenarnya tidak lebih baik karena hanya mampu menghasilkan satu gol dari sembilan tendangan. Jumlah itu kalah dari Kane (29,6%), Sterling (22,2%), Salah (20,9%), dan Lukaku (14,3%). Mantan penyerang Juventus itu hanya unggul dari Aguero yang belum mencetak gol lewat kaki kirinya.

Berdasarkan catatan yang sama, Morata punya keahlian mencetak gol lewat sundulan karena Morata mencetak gol lebih baik melalui kepalanya.

Morata berhasil mencetak enam gol dari 19 sundulan, mencatatkan 31,6% gol. Morata hanya kalah dari Aguero yang memiliki 33,3%. Sang pemain unggul jauh dari Lukaku (20%), Kane dan Salah (16,7%), serta Sterling yang belum mencetak gol melalui sundulan.

Penurunan performa Morata diakibatkan karena manajer Chelsea, Antonio Conte, mengubah formasi dari 3-4-3 ke 3-5-2. Melihat statistik di atas, Morata lebih cocok dengan strategi 3-4-3 karena diumpan dari empat pemain sayap yang mampu memberikan umpan silang.

Melihat hasil catatan yang membuat turunnya performa Morota sebaiknya Antonio Conte mengembalikan formasi Chelsea ke 3-4-3. Jika tidak, bukan tidak mungkin penurunan performa Alvaro Morata akan terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *